The Age of Bones

The Age of Bones menelusuri kisah tentang Ikan, seorang anak laki-laki Indonesia yang suatu hari pergi memancing dan tidak kembali. Takut akan kemungkinan terburuk, keluarganya menyewa seorang pelaut terkenal untuk melacaknya - namun tanpa hasil. Menggabungkan wayang kulit, musik, dan proyeksi digital, The Age of Bones mengikuti kisah fantastik Ikan dari Indonesia hingga akhirnya terpenjara di Australia dan perjuangannya untuk pulang ke keluarganya. Ini adalah kisah yang menyentuh hati dan sangat lucu yang terinspirasi oleh kisah kehidupan nyata dari sekitar 100 anak laki-laki Indonesia yang dipenjara di Australia karena bekerja di kapal pengungsi.

The Age of Bones adalah sumber pengajaran yang berguna yang berbicara mengenai masalah kontemporer regional dan global, sembari menceritakan kisah keluarga yang universal. Dalam hal para pembelajar bahasa, pertunjukan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan pelafalan saat mereka melakukan dialog secara natural dan menghibur. I\Pertunjukan ini juga memberi siswa kesempatan untuk praktik mennerjemahkan, membandingkan versi mereka dengan yang dibuat oleh penerjemah kami, Kadek Krishna Adidharma. Melalui latihan ini, siswa akan mengapresiasi tuntutan penerjemahan sastra, dimana niat kreatif membutuhkan solusi yang kreatif.

Seperti yang akan Anda sadari, drama berdurasi 75 menit ini cocok untuk siswa yang berusia 12 tahun ke atas. Darma ini tersedia dalam bentuk digital dan hard copy.

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email
id_IDBahasa Indonesia