Tenatang Sanggar Widya

Sanggar Widya didirikan di Bogor pada tanggal 24 Agustus, 9 tahun lalu. Awalnya hanya berupa sanggar belajar, mengaji dan berkreasi seni. Lalu kini berkembang memiliki sekolah gratis, Widya Insani School (WIS).

Saat ini, WIS mengurusi pendidikan lebih dari 100 anak yatim dhuafa, baik yang mereka tampung di Rumah Tahfidz mereka, maupun yang masih tinggal bersama ibu mereka yang janda, atau nenek dan paman mereka.

Program Sanggar Widya saat ini adalah Rumah Tahfidz Qur’an yang menampung anak-anak yatim piatu dan kurang mampu untuk belajar Al’Quran serta mendapat pendidikan secara gratis. Jika dimungkinkan, anak-anak tersebut bisa mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi.

Sekolah gratis WIS (Widya Insani School) kini telah menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Pemasaran. Bagi anak-anak yatim lulusan WIS yang berharap menjadi Hafidz Quran, mereka bisa memperoleh kesempatan Program Beasiswa kuliah S1 di bidang Hafidz Qur’an.

Dampak pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari 2 tahun ini sangat luar biasa. WIS kehilangan banyak donator, Sebagian karena mereka meninggal akibat Covid-19. Bahkan usaha jahitan anak-anak jadi terhenti karena bahan dan biaya produksi tiba-tiba menjadi mahal tetapi tidak ada pembeli.

Satu-satunya usaha yang bisa dilakukan saat ini adalah menulis dan mejual buku. Tetapi pada masa pandemi ini, penjualan buku tidak selaris dulu lagi. Fokus masyarakat saat ini adalah obat dan makanan. Meskipun demikian, ini adalah usaha yang bisa diandalkan untuk mencari dana operasional. Sesekali masih ada bantuan yang bersifat tentatif dari para dermawan.

Saat ini, anak-anak sedang merintis usaha produksi keripik dan kopi. Mereka menitipkannya ke warung-warung atau menjualnya secara daring. Beberapa anak berkeliling manawarkan jualan mereka di jalan-jalan atau perkampungan, atau di Gedung Olahraga Pekansari. Penghasilan dari praktek usaha mata pelajaran wirausaha dan pemasaran ini, akhirnya sedikit-sedikit mampu mengurangi beban biaya operasional.

Alhamduilah, selalu ada jalan untuk memenuhi kebutuhan makan dan sekolah anak-anak. Selalu ada ide yang melintas di tengah kebuntuan. Tetapi di samping itu, ada banyak cerita yang menyedihkan juga. Sudah 9 tahun ini Ibu Widya berusaha keras mewujudkan pendidikan gratis untuk anak-anak. Tetapi dukungan masyarakat setempat masih sangat sedikit. Masih ada banyak pihak yang menaruh rasa curiga, bahkan menghalangi niat baik WIS.

id_IDBahasa Indonesia